Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Lebih dari 17.000 pulau terbentang dan menjadi gugusan kesatuan nusantara, yang tergabung membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya, bentang alam, dan tentu saja sumber daya manusianya yang pada setiap sanubarinya memiliki karakter kepemimpinan.
Sejak kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan oleh para pendiri bangsa, dan didengungkan ke penjuru nusantara oleh rakyat Indonesia pada tahun 1945, negeri ini telah mengalami pasang surut dalam hal kepemimpinan yang dimiliki oleh sumber daya manusianya. Tak ayal, hal ini membuat Indonesia masih goyah dan belum bisa menentukan arah nasib bangsa ke depannya seperti yang dicita-citakan dan tertuang dalam UUD 1945.
Pada akhirnya, penulis sendiri sebagai generasi yang tumbuh dalam masa Reformasi pada dekade 90-an hingga tahun 2013 ini menilai ada banyak hal yang seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin bangsa ini. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai karakter apa saja yang membuat seorang pemimpin ideal bagi bangsa Indonesia.
Pertama, seorang pemimpin Indonesia hendaknya memiliki wawasan kebangsaan yang mencakup pengetahuan akan negerinya, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini akan mendukungnya dalam hal pengayoman terhadap seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang ras, suku, dan agama.
Kemudian, seorang pemimpin haruslah memiliki karakter tegas dan berani bertindak tatkala mengetahui perbuatan buruk yang dilakukan oleh aparatur negara lainnya. Ia juga harus bertindak cepat dan tanggap dalam hal menanggulangi persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.
Selanjutnya, seorang pemimpin yang ideal bagi bangsa Indonesia haruslah berlandaskan ketuhanan, yang pada intinya, pemimpin tersebut secara rohani dan batin "sehat" dan mampu menjaga perilaku, sikap, pikiran, dan setiap tindak-tanduknya selama menjadi pemimpin bagi bangsa Indonesia.
Pada akhirnya, hal-hal yang telah penulis sebutkan di atas haruslah dimiliki setiap pemimpin yang akan mengayomi rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. Namun, rakyat pun hendaknya sama-sama mendukung setiap sikap positif yang dimiliki pemimpin bangsa, dan memperingatkan dengan cara yang santun jikalau pemimpin tersebut berbuat kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar